CIREBONINSIDER.COM – Kabar baik bagi masyarakat pesisir Kabupaten Cirebon. Krisis air bersih di wilayah tersebut berpotensi teratasi menyusul masuknya rencana investasi fasilitas pengolahan air laut (desalinasi) skala raksasa.
PT Mahardika, didukung konsorsium finansial gabungan dari Timur Tengah (Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab) dan investor Korea Selatan, menyatakan kesiapan memasok air bersih hingga 4,7 juta meter kubik per hari untuk kebutuhan konsumsi.
Angka ini jauh melampaui kebutuhan harian Cirebon saat ini yang diperkirakan sekitar 100.000 meter kubik per hari.
Baca Juga:Diskominfo Kabupaten Cirebon Rilis Sidamar, Sistem Terintegrasi Percepat Layanan Magang dan PrakerinDishub Kabupaten Cirebon Targetkan PAD Parkir Rp1,6 Miliar, Tertibkan Juru Parkir Liar
Bupati Cirebon, Imron, secara prinsip menyambut baik rencana investasi yang rencananya akan berlokasi di wilayah pesisir Cirebon timur dan utara tersebut. Namun, Pemerintah Daerah menetapkan satu syarat mutlak.
“Kami berharap mudah-mudahan saja, yang penting bagi kami masyarakat itu terukur. Ya, terukur, tidak lebih mahal daripada yang sekarang,” kata Imron di Cirebon, Selasa (sesuaikan tanggal aktual).
Skema Bisnis BOT dan Dukungan Dana Syariah
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, Hilmy Riva’i, menjelaskan bahwa investasi ini disokong oleh lembaga pembiayaan berbasis syariah.
Pola bisnis yang diusung diklaim tidak semata-mata profit oriented, melainkan memasukkan aspek sosial dalam penyediaan air bagi masyarakat.
“Profitnya ada, tapi tidak profit oriented. Mereka tetap mengusung kebutuhan sosial,” jelas Hilmy.
Skema kerja sama awal yang diajukan adalah Build Operate Transfer (BOT), di mana Pemkab Cirebon akan menyediakan lahan, sementara investor bertugas membangun dan mengoperasikan fasilitas desalinasi dalam jangka waktu tertentu.
Imron menyebut air hasil pengolahan ini akan dimanfaatkan untuk dua sektor, yakni masyarakat dan sektor industri.
Baca Juga:Momentum HKN Ke-61, Pemkab Cirebon Fasilitasi Baksos Operasi Celah Bibir dan Langit-langitSekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon Siap Dibangun, Wabup Jigus: Kita Gunakan Model Murni
Salah satu skema utamanya adalah pasokan air baku untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cirebon.
“Justru nanti PDAM yang ngambil dari situ. Ada PDAM yang ngambil. Intinya dari pemerintah daerah sangat menyambut baik,” katanya.
Tantangan Regulasi dan Kapasitas Fantastis
Proyek ini menjanjikan kapasitas pasokan yang fantastis. Selain 4,7 juta meter kubik perhari untuk konsumsi, investor juga menyatakan kesanggupan menyediakan 477 juta meter kubik air bersih untuk kebutuhan industri dan lainnya.
