“Kami terus berupaya untuk meningkatkan serapan anggaran… dengan tetap menjaga pelaksanaan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan secara akuntabel,” jelas Mentan Amran.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto, turut menyampaikan penghargaan tinggi atas capaian sektor pertanian, termasuk perolehan penghargaan dari FAO.
“Kami atas nama Komisi IV sampaikan penghargaan atas Kementan yang sudah mencapai indikator penilaian, membaik, bahkan dapat penghargaan dari FAO,” kata Titiek.
Baca Juga:Mentan Amran Tegas Copot Eselon II dan III di Subang, Sewakan secara Ilegal Lahan Kementan 299 Hektare80% Susu Impor! Mentan Amran Puji Peternak Jember Jaga Kedaulatan Pangan
Titiek menekankan bahwa capaian ini penting mengingat sektor pertanian menghadapi tantangan serius seperti perubahan iklim, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tanaman.
Ia menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat swasembada melalui optimalisasi lahan, penyediaan irigasi, benih unggul, pupuk subsidi, hingga modernisasi Alat Mesin Pertanian (Alsintan).
Fokus Program 2026: Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Inklusif
Dalam merespons tantangan dan menjaga momentum positif, Mentan Amran memaparkan program strategis Kementan, khususnya untuk tahun 2026.
Pagu Anggaran 2026: Diajukan sebesar Rp40,145 triliun, meningkat signifikan dari pagu efektif 2025 sebesar Rp31,12 triliun.
Fokus Program: Sejalan dengan tema pemerintah untuk kedaulatan pangan dan energi, serta ekonomi yang produktif dan inklusif.
Program akan mencakup cetak sawah, optimalisasi lahan (Oplah), pompanisasi, pengembangan padi gogo, dan irigasi.
“Petani sangat terbantu dengan alsintan, termasuk irigasi pompa. Program-program itu sangat terasa di lapangan,” tutup Rokhmin Dahuri, menegaskan bahwa Kementerian Pertanian di bawah Amran Sulaiman telah bekerja pada jalur yang tepat dan memberi dampak nyata bagi ketahanan pangan nasional. (*)
