CIREBONINSIDER.COM – Yayasan Fahmina, lembaga yang menjadi pilar utama advokasi Islam inklusif dan keadilan gender di Cirebon, akan memperingati 25 tahun perjalanan gerakannya pada Selasa, 25 November 2025.
Momentum seperempat abad ini digunakan Fahmina untuk mengonsolidasikan gerakan dan memetakan strategi baru dalam menghadapi arus konservatisme yang kian menguat di ruang sosial dan publik.
Acara puncak peringatan 25 tahun Fahmina itu akan diselenggarakan pada Selasa, 25 November 2025, di Kantor Fahmina, Jalan Swasembada No. 15, Kota Cirebon, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Baca Juga:Dari Pekan Sastra Cirebon 2025, Dorong Ruang Kreatif TumbuhMasjid Agung Sang Cipta Rasa, Saksi Bisu Perjalanan Islam di Cirebon
Mengusung tema “Transformasi Sosiokultural untuk Keadilan dan Kemanusiaan”, perhelatan ini menjadi penanda komitmen Fahmina dalam memperkuat kerja-kerja perubahan sosial yang berakar pada nilai-nilai Islam inklusif, berpihak pada kelompok rentan, serta mengedepankan prinsip kemanusiaan.
Kehadiran Fahmina selama 25 tahun telah menjadi suara kritis dalam mendorong interpretasi keagamaan yang lebih terbuka di wilayahnya.
Bedah Jejak dan Tiga Sesi Refleksi Kritis
Peringatan ini disiapkan sebagai ruang refleksi bersama yang akan dihadiri oleh beragam unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, akademisi, aktivis, pegiat komunitas, hingga mitra jaringan Fahmina, demi memperkuat jejaring advokasi.
Rangkaian kegiatan inti diawali dengan Bedah Buku “Jejak 25 Tahun Fahmina”. Buku ini merupakan dokumentasi komprehensif yang merangkum praktik-praktik baik, tantangan yang dihadapi Fahmina di lapangan, serta berbagai gerakan perubahan transformatif yang telah dilakukan lembaga tersebut.
Setelah bedah jejak, acara dilanjutkan dengan tiga sesi refleksi tematik kritis yang berupaya memetakan kondisi sosial terkini dan menawarkan pembaharuan strategi advokasi:
– Islam dan Gender: Mengulas kemajuan dan hambatan isu keadilan gender di tengah menguatnya narasi keagamaan konservatif.
– Islam dan Demokrasi: Memetakan strategi untuk mengarusutamakan nilai inklusivitas di tengah polarisasi politik dan ancaman terhadap kebebasan sipil.
Baca Juga:FKSM 2025 di Cirebon, Rentang Lawang Buka Ruang Dialog Lintas Disiplin dan BudayaUPT Pengembangan Karier UIN SSC Adakan Writing Clinic 2025, Tingkatkan Life Skill Mahasiswa
– Pendidikan Transformatif dan Inklusif: Merumuskan model pendidikan yang dapat membentuk kesadaran kritis dan menghargai keragaman.
Komitmen Bersama untuk Kolaborasi
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa momentum ini menjadi penguatan komitmen bersama. Tiga sesi refleksi tersebut dirancang untuk memastikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dapat tetap diarusutamakan di tengah perubahan sosial dan budaya yang sangat cepat.
