RP10 T Cetak 400 Ribu Hektare Sawah Baru: Strategi Mentan Amran Tekan Harga Beras Zona 3

Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Foto: dok kementerian pertanian.

​CIREBONINSIDER.COM — Pemerintah Indonesia meluncurkan peta jalan jangka panjang untuk mengatasi disparitas harga beras yang akut, terutama di wilayah Indonesia Timur atau Zona 3.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan alokasi anggaran fantastis Rp10 triliun untuk mencetak 400.000 hektare sawah baru hingga tahun 2026.

​Program masif ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan berbasis pulau. Tidak hanya untuk beras tetapi juga komoditas strategis lainnya.

Baca Juga:Harga Beras di Zona 3 Lampaui HET, Pemerintah Pertimbangkan Subsidi Angkutan Kritis ke Wilayah TimurWabup Sumedang: Ubi Cilembu Kunci Kedaulatan Pangan, Bukan Beras

Tujuan utamanya adalah memangkas biaya logistik tinggi yang selama ini menjadi pemicu utama lonjakan harga di wilayah Indonesia Timur.

​Solusi Permanen untuk Disparitas Harga Timur

​Mentan Amran menegaskan bahwa program percepatan cetak sawah baru ini adalah solusi permanen untuk meredam lonjakan harga beras di daerah yang sensitif terhadap biaya logistik.

Kenaikan harga sering terjadi karena keterbatasan produksi lokal dan tingginya ongkos angkut dari Jawa atau Sulawesi.​ Fokus utama program ini adalah Zona 3, yang mencakup Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

​“Daerah-daerah seperti Papua, kita akan bangun cetak sawah. Ini adalah solusi permanen ke depan,” ujar Amran di Jakarta, Selasa (22/10/2025).

​Target luasan 400.000 hektare pada 2026 merupakan lonjakan ambisius dari target tahun 2025 sebesar 225.000 hektare. Amran memastikan lokasi cetak sawah baru akan tersebar di sentra-sentra potensial, termasuk area yang akan menjadi lokasi food estate:

– ​Papua: Termasuk pengembangan food estate Merauke yang direncanakan mencapai 200.000 hektare.

– ​Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

​“Anggarannya kurang lebih Rp10 triliun,” tegasnya, memastikan komitmen pemerintah.

​Saat ini, disparitas harga beras masih terlihat jelas. Berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional per 19 Oktober 2025. Rata-rata harga beras SPHP nasional di tingkat konsumen tercatat Rp12.531 per kg (sedikit di atas HET Rp12.500 per kg).

Baca Juga:Jabar Tanam Sorgum 5.000 Ha, Gandeng PTDI Siapkan Mesin Ganti BerasTindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo, Kejagung Panggil 6 Produsen Terduga Pengoplos Beras

Namun, harga di Zona 3 tercatat paling tinggi, mencapai Rp13.330 per kg, sementara Zona 1 (Jawa, dll) Rp12.197 per kg.

Wujudkan Visi Swasembada Pulau: Belajar dari Keberhasilan Kalimantan

​Presiden Prabowo Subianto terus mendorong agar setiap pulau dapat mandiri pangan dan tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar pulau, yang sering memicu inflasi regional.

0 Komentar