MAJALENGKA, CIREBONINSIDER.COM– Gagasan menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai pusat industri pertahanan nasional kian menguat.
Usulan ini pertama kali dilontarkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM yang mendorong pemindahan dua BUMN strategis, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Pindad, dari Kota Bandung ke kawasan bandara di Majalengka tersebut.
Wacana atau gagasan KDM ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, salah satunya Wakil Ketua DPRD Majalengka Asep Eka Mulyana.
Baca Juga:KDM Usul Relokasi PTDI dan Pindad ke Kertajati, Atasi Kepadatan dan Hidupkan BIJBRencana KDM Selamatkan BIJB Kertajati: Siap Alihkan Dana Operasi Kertajati Rp60 Miliar ke Susi Air
Ia menyatakan dukungan penuhnya atas inisiatif yang dinilainya sangat strategis bagi daerah dan nasional.
“Kami mendukung penuh gagasan ini karena menyangkut kepentingan strategis bagi daerah dan nasional. BIJB Kertajati sudah berdiri megah, tetapi pemanfaatannya belum optimal,” katanya.
“Jika industri pertahanan dipusatkan di sini, Majalengka akan menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Jawa Barat,” tegas Asep Eka belum lama ini.
Menciptakan Efek Ganda bagi Perekonomian Lokal
Menurut Asep, pemindahan PTDI dan PT Pindad bukan sekadar relokasi perusahaan, tetapi sebuah langkah strategis untuk membangun ekosistem industri yang komprehensif.
Kehadiran dua perusahaan raksasa ini diyakini akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian lokal.
“Ini bukan hanya soal relokasi perusahaan, tetapi membangun ekosistem industri. Ada efek ganda bagi daerah, mulai dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penyerapan tenaga kerja, hingga tumbuhnya kawasan industri pendukung,” jelas politisi senior dari Partai Golkar ini.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa masuknya industri pertahanan akan menjadi magnet bagi sektor-sektor pendukung lainnya, seperti perhotelan, logistik, kuliner, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baca Juga:Pengelola BIJB Klaim Rute Kertajati Singapura PP Masih Diminati PenumpangKDM Dukung Penuh Masyarakat Tolak KJA di Pantai Timur Pangandaran
Hal ini diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru dan secara langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Membayar Pengorbanan Masyarakat Majalengka
Asep juga menekankan bahwa sudah saatnya masyarakat Majalengka merasakan manfaat langsung dari pembangunan BIJB yang memakan banyak pengorbanan.
“Selama ini, warga Majalengka sudah rela melepas tanahnya untuk pembangunan BIJB. Jangan sampai BIJB hanya menjadi proyek mercusuar,” terangnya.
“Relokasi industri pertahanan adalah jawaban agar BIJB benar-benar berfungsi strategis,” lanjut Asep.